BONGKARSELATAN.COM, TULANG BAWANG - Proyek perbaikan Jembatan Cakat Raya di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, menuai sorotan.
Pekerjaan infrastruktur yang berada di jalur strategis tersebut diduga berjalan tanpa keterbukaan informasi yang memadai. Pasalnya, berdasarkan pantauan tim media Bongkar Pos Selatan.com, tidak terlihat papan informasi proyek di sekitar lokasi pekerjaan.
Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mengetahui secara terbuka siapa kontraktor pelaksana, nilai pekerjaan, sumber anggaran, masa pelaksanaan, hingga konsultan pengawas yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut.
Padahal, informasi mengenai proyek pemerintah merupakan bagian penting dari transparansi agar masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.
Bukan hanya persoalan papan informasi, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi sorotan.
Saat pekerjaan berlangsung, sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas konstruksi jembatan dengan perlengkapan keselamatan yang dinilai belum memadai.
Padahal, pekerjaan jembatan memiliki risiko tinggi, terlebih terdapat aktivitas pengerjaan beton dan besi di ketinggian serta di sekitar aliran sungai.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pihak pelaksana maupun pengawas proyek agar keselamatan tenaga kerja tidak diabaikan.
Dalam pemantauan di lokasi, tim media juga tidak menemukan keberadaan pengawas konsultan maupun perwakilan instansi terkait pada saat kunjungan berlangsung.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengawasan proyek.
Publik tentu berhak mengetahui apakah pekerjaan telah berjalan sesuai spesifikasi teknis, gambar kerja, kontrak, standar keselamatan, serta ketentuan administrasi yang ditetapkan.
Terlebih, Jembatan Cakat Raya merupakan bagian dari jalur Lintas Timur Sumatera yang memiliki peranan penting bagi aktivitas masyarakat dan distribusi barang.
Informasi yang dihimpun dari salah seorang pekerja di lokasi menyebutkan, penanggung jawab pekerjaan di lapangan berinisial AY, yang disebut sebagai orang kepercayaan kontraktor.
Tim media kemudian berupaya meminta konfirmasi kepada AY melalui pesan WhatsApp.
Konfirmasi tersebut menyangkut identitas pelaksana pekerjaan, alasan tidak terlihatnya papan informasi proyek, penerapan K3, serta mekanisme pengawasan pekerjaan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan yang dikirimkan kepada AY belum mendapat tanggapan.
Masyarakat meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung dan instansi terkait segera turun melakukan pengecekan langsung.
Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah pelaksanaan proyek telah sesuai kontrak, spesifikasi teknis, standar K3, serta ketentuan keterbukaan informasi.
Jangan sampai proyek yang menggunakan anggaran negara justru minim informasi dan pengawasan sehingga menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Publik juga meminta instansi terkait tidak hanya melihat hasil akhir pekerjaan, tetapi melakukan pengawasan sejak proses pembangunan berlangsung.
Persoalan papan informasi bukan sekadar soal ada atau tidak adanya papan nama proyek.
Lebih jauh, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap rupiah anggaran yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur benar-benar dipertanggungjawabkan secara transparan dan menghasilkan pekerjaan berkualitas.
Karena itu, pihak berwenang diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai proyek perbaikan Jembatan Cakat Raya tersebut, termasuk sumber anggaran, nilai kontrak, perusahaan pelaksana, konsultan pengawas, masa pekerjaan, serta progres pekerjaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.
Bongkarselatan.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak kontraktor, konsultan pengawas, BPJN Lampung maupun instansi terkait lainnya untuk memberikan penjelasan kepada publik.
(Joni/Red)
