Diduga Jadi Sarang Pelangsir Bio Solar, Warga Desak Pertamina Hentikan Pasokan ke SPBU BUMD Tulang Bawang

Jumat, 11 September 2026

Diduga Jadi Sarang Pelangsir Bio Solar, Warga Desak Pertamina Hentikan Pasokan ke SPBU BUMD Tulang Bawang

Jumat, 11 September 2026,


BONGKARSELATAN.COM, TULANG BAWANG - Dugaan penyelewengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar kembali mencuat di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.


Masyarakat mendesak PT Pertamina Patra Niaga mengambil tindakan tegas terhadap SPBU BUMD nomor 24.345.107 yang berada di wilayah Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Desakan tersebut muncul lantaran adanya dugaan aktivitas pelangsiran Bio Solar secara berulang yang dinilai merugikan masyarakat pengguna BBM bersubsidi.


Menurut keterangan warga, antrean kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang terlihat memenuhi area SPBU hingga ke sekitar jalan lintas timur. Kendaraan yang disebut warga antara lain truk Colt Diesel hingga minibus jenis Isuzu Panther.


Warga menduga praktik tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sistem QR Code atau mekanisme Subsidi Tepat untuk melakukan pengisian berulang. Bahkan, berdasarkan informasi yang disampaikan warga, terdapat kendaraan yang diduga mampu mengisi Bio Solar dalam jumlah ratusan liter per hari.


Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.


"Kami melihat praktik seperti ini terjadi terang-terangan. Kami sebagai masyarakat Menggala bahkan kesulitan untuk mendapatkan Solar subsidi. Untuk masuk dan mengantre di SPBU saja terkadang sulit karena kendaraan yang diduga pelangsir sudah memenuhi area SPBU, bahkan sampai ke pinggir jalan lintas," ujar salah seorang warga yang didampingi tim media pada Kamis (11/9/2026).


Warga juga mengungkap adanya dugaan aktivitas setelah pengisian BBM. Menurut mereka, sejumlah kendaraan diduga diparkir di sekitar kawasan SPBU untuk menunggu giliran pengisian.


Bahkan, warga menyebut terdapat lokasi di samping pagar SPBU, tepatnya bekas panglongan kayu, yang diduga digunakan untuk memindahkan atau menyedot kembali Bio Solar hasil pengisian kendaraan.


"Faktanya bisa dilihat. Kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran itu mayoritas kendaraan lokal. Ada yang ditongkrongkan di sekitar SPBU untuk mendapatkan antrean dan ada pula dugaan pemindahan Solar di lokasi samping pagar SPBU," ungkap warga tersebut.


Kondisi itu dinilai semakin memperkuat keresahan masyarakat. Warga mempertanyakan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi, khususnya apabila kendaraan tertentu diduga dapat melakukan pengisian berulang dalam jumlah besar.


Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas penyaluran Bio Solar di SPBU 24.345.107.


Warga juga mendesak agar dilakukan audit terhadap transaksi pengisian BBM bersubsidi, penggunaan QR Code Subsidi Tepat, serta rekaman CCTV apabila diperlukan untuk mengetahui pola pengisian dan kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang.


"Pertamina jangan hanya melihat dari laporan administrasi. Kalau memang ada dugaan pelanggaran, kami meminta dilakukan pemeriksaan langsung di lapangan dan diberikan sanksi sesuai ketentuan," tegas warga.


Selain Pertamina, masyarakat meminta Polres Tulang Bawang dan Kejaksaan Negeri Tulang Bawang turun tangan melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.


Warga berharap aparat tidak hanya melakukan pengawasan sesaat, tetapi menelusuri secara menyeluruh kemungkinan adanya pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan dari dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.


Masyarakat juga meminta agar pengawasan tidak berhenti pada operator atau pengemudi kendaraan, tetapi turut menelusuri sistem distribusi dan pihak-pihak yang diduga mengetahui maupun membiarkan terjadinya praktik tersebut.


Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pengelola SPBU BUMD 24.345.107 maupun PT Pertamina Patra Niaga terkait tudingan tersebut.


Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak SPBU BUMD, PT Tulang Bawang Jaya, Pertamina Patra Niaga, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.


(Joni/Red)

TerPopuler