BONGKARSELATAN.COM, TULANG BAWANG - Buruknya kualitas jaringan internet PT Bisnet Cabang Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, menuai keluhan pelanggan. Pasalnya, meski tagihan bulanan tetap diwajibkan dibayar penuh, kualitas layanan justru dikeluhkan sangat buruk. Sinyal lemah dan koneksi internet nyaris tidak dapat digunakan selama hampir empat bulan lebih.
Salah satu pelanggan yang mengaku dirugikan adalah Biro Media BongkarSelatan.com. Gangguan jaringan yang berlangsung berbulan-bulan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas operasional redaksi, terutama pekerjaan jurnalistik yang membutuhkan koneksi internet untuk menunjang kegiatan pemberitaan.
Kondisi ini mendorong Ketua DPD Lembaga Bantuan Hukum Pos Komando Rakyat (LBH PKR) Tulang Bawang, Joni Sanjaya, yang juga merupakan pelanggan PT Bisnet, mengambil langkah tegas dengan melayangkan pengaduan resmi terkait hak-hak konsumen kepada manajemen PT Bisnet Cabang Menggala.
Langkah tersebut tertuang dalam surat laporan Nomor: 011/LBH-PKR-Menggala/XI/2026.
Joni Sanjaya menilai terdapat persoalan serius dalam pemenuhan hak pelanggan. Konsumen tetap dibebankan kewajiban membayar tagihan secara penuh setiap bulan, sementara layanan internet yang diterima tidak berjalan sebagaimana mestinya.
"Konsumen diwajibkan membayar penuh setiap bulan, tetapi bagaimana dengan hak mereka mendapatkan pelayanan yang layak? Kami sudah hampir empat bulan lebih menghadapi jaringan yang sangat lemah, bahkan internet nyaris tidak bisa digunakan. Ini jelas menghambat aktivitas dan merugikan pelanggan," tegas Joni.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai gangguan biasa. Sebab, layanan internet saat ini telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, mulai dari kegiatan usaha, pekerjaan, komunikasi hingga pendidikan.
Bagi Biro Media BongkarSelatan.com, buruknya koneksi internet tersebut bahkan mengakibatkan sejumlah aktivitas jurnalistik dan pekerjaan redaksi menjadi terhambat serta terbengkalai.
Joni juga mengungkapkan bahwa keluhan pelanggan telah berulang kali disampaikan. Namun, pihaknya menilai belum ada perbaikan nyata yang mampu mengembalikan kualitas jaringan seperti yang diharapkan pelanggan.
Melalui surat pengaduan tersebut, LBH PKR DPD Tulang Bawang menyampaikan lima tuntutan kepada manajemen PT Bisnet Cabang Menggala, yaitu:
Meminta perbaikan jaringan secara menyeluruh hingga kualitas internet kembali normal, kuat, dan stabil.
Meminta pemotongan atau penyesuaian biaya bulanan selama layanan mengalami gangguan.
Meminta ganti rugi atau kompensasi yang layak atas kerugian pelanggan akibat buruknya kualitas pelayanan.
Meminta penghentian pemutusan jaringan secara sepihak dan otomatis tanpa penyelesaian pengaduan sesuai ketentuan.
Meminta manajemen PT Bisnet memberikan hak jawab dan klarifikasi resmi dalam waktu tujuh hari.
LBH PKR menegaskan tidak akan berhenti pada penyampaian pengaduan apabila pihak perusahaan tidak menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Jika dalam waktu tujuh hari tidak ada tanggapan dan langkah penyelesaian yang jelas, LBH PKR menyatakan akan meneruskan persoalan ini kepada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), instansi pemerintah yang berwenang di bidang komunikasi dan digital, serta mempertimbangkan langkah hukum sesuai peraturan perundang-undangan.
Menurut Joni, perusahaan penyedia jasa tidak hanya memiliki kewajiban menagih pembayaran pelanggan, tetapi juga harus bertanggung jawab atas kualitas pelayanan yang diberikan.
"Jangan hanya kewajiban konsumen yang dituntut untuk dipenuhi. Hak konsumen juga harus dihormati. Kalau pelanggan wajib membayar penuh, maka perusahaan juga harus memberikan pelayanan sesuai kewajibannya," tegasnya.
Persoalan ini kini menjadi perhatian terkait perlindungan hak konsumen di wilayah Menggala. Pelanggan berharap manajemen PT Bisnet segera turun tangan, memberikan penjelasan terbuka, serta melakukan pembenahan jaringan agar masyarakat tidak terus dirugikan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Bisnet Cabang Menggala belum memberikan keterangan resmi. Redaksi BongkarSelatan.com membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak perusahaan untuk menyampaikan hak jawab dan klarifikasi demi menjaga keberimbangan pemberitaan.
(Tim)
