Rembuk Stunting Desa Marga Catur Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dukung Terwujudnya Desa Helau

Kamis, 02 Juli 2026

Rembuk Stunting Desa Marga Catur Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dukung Terwujudnya Desa Helau

Kamis, 02 Juli 2026,


BONGKARSELATAN.COM, LAMPUNG SELATAN - Pemerintah Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, menggelar Rembuk Stunting sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting, Kamis (2/7/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Marga Catur tersebut dihadiri oleh Camat Kalianda Ruris Apdani, S.Pd. yang diwakili Sekretaris Kecamatan Muhammad Nur, Kepala Desa Marga Catur M. Abdul Mukhlis, Pendamping Desa Ridwan Kusuma, Sekretaris Desa, KUPT Pekerjaan Umum (PU) Kecamatan Kalianda Munadi, perwakilan KUPT Puskesmas, Koordinator Lapangan (Korlu) KB, kader Posyandu, TP PKK, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.


Rembuk Stunting merupakan agenda penting yang menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa untuk menyusun program prioritas pencegahan dan penanganan stunting melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mewujudkan Desa Helau (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul).


Kepala Desa Marga Catur, M. Abdul Mukhlis, mengatakan penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.


"Rembuk Stunting ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum menyatukan komitmen seluruh pihak untuk menyelamatkan generasi penerus. 


Pemerintah desa akan terus mengoptimalkan program pencegahan melalui peningkatan pelayanan Posyandu, edukasi gizi kepada masyarakat, pemanfaatan Dana Desa sesuai ketentuan, serta pembangunan sarana pendukung kesehatan. Semua ini selaras dengan Program Desa Helau yang menjadi arah pembangunan Kabupaten Lampung Selatan," ujarnya.


Mewakili Camat Kalianda, Muhammad Nur menyampaikan pesan Camat Ruris Apdani agar seluruh desa terus memperkuat kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting.


"Bapak Camat berpesan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan. Pemerintah desa, kader Posyandu, PKK, tokoh masyarakat, hingga keluarga memiliki tanggung jawab yang sama. Dengan semangat gotong royong, kita optimistis mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal utama pembangunan daerah," katanya.


Sementara itu, KUPT PU Kecamatan Kalianda, Munadi, menegaskan bahwa penyediaan sanitasi yang layak dan akses air bersih menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pencegahan stunting.


"Stunting bukan hanya dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi lingkungan. Sanitasi yang baik dan ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur sanitasi dan penyediaan air bersih harus terus menjadi perhatian agar masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita, dapat hidup di lingkungan yang sehat," jelasnya.


Pendamping Desa Kecamatan Kalianda, Ridwan Kusuma, menambahkan bahwa hasil Rembuk Stunting akan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).


"Rembuk Stunting bukan hanya forum diskusi, tetapi menjadi dasar penyusunan program pembangunan desa. Hasil kesepakatan hari ini harus diwujudkan dalam program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, penyediaan air bersih hingga pemberdayaan masyarakat. Jika seluruh unsur bergerak bersama, target penurunan stunting akan lebih mudah tercapai," ungkap Ridwan.


Dalam rembuk tersebut, para peserta juga menyepakati sejumlah program prioritas, di antaranya penguatan layanan Posyandu, peningkatan edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita, optimalisasi peran kader kesehatan, perbaikan sanitasi lingkungan, peningkatan akses air bersih, serta pendampingan bagi keluarga yang memiliki risiko stunting.


Melalui komitmen bersama tersebut, Pemerintah Desa Marga Catur optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.


Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya Desa Helau yang Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul, sejalan dengan visi pembangunan Bupati Lampung Selatan untuk menciptakan desa yang maju, sehat, mandiri, dan sejahtera.



(Red)

TerPopuler