BONGKARSELATAN.COM, LAMPUNG SELATAN - Desa Karangpucung, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, resmi dipercaya mewakili Provinsi Lampung pada ajang Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2026. Kepercayaan tersebut disambut penuh optimisme oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan, Erdiyansyah, yang meyakini Desa Karangpucung mampu menorehkan prestasi sekaligus mengharumkan nama Lampung di tingkat nasional.
Penetapan Desa Karangpucung sebagai wakil Provinsi Lampung tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/357/5.12/HK/2026 tentang Penetapan Pemenang Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026.
Erdiyansyah mengatakan, keberhasilan Desa Karangpucung melaju ke tingkat nasional merupakan buah dari kerja keras pemerintah desa bersama seluruh masyarakat dalam menghadirkan berbagai inovasi pembangunan yang berdampak nyata bagi peningkatan pelayanan dan kesejahteraan warga.
"Keberhasilan ini bukan diraih secara instan. Desa Karangpucung mampu menunjukkan transformasi yang nyata, mulai dari pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembangunan desa," ujar Erdiyansyah, Rabu (15/7/2026).
Salah satu inovasi unggulan yang menjadi perhatian tim penilai adalah digitalisasi pelayanan administrasi desa. Seluruh layanan administrasi, bahkan hingga tingkat RT, telah berbasis digital sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, efektif, dan transparan.
Di sektor ekonomi, Desa Karangpucung juga berhasil mengembangkan UMKM berbasis digital. Berbagai produk unggulan desa kini dipasarkan melalui platform e-commerce dan media sosial sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Bahkan ada produk UMKM Desa Karangpucung yang telah dikenal hingga tingkat nasional. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam penilaian lomba," ungkapnya.
Tak hanya itu, pelayanan dasar kepada masyarakat juga terus diperkuat. Posyandu Desa Karangpucung telah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Menurut Erdiyansyah, konsep pelayanan terpadu tersebut membuat masyarakat tidak hanya memperoleh layanan dasar, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi.
Keunggulan lainnya adalah pemanfaatan teknologi informasi melalui layar informasi digital yang menampilkan perkembangan harga komoditas, kondisi ekonomi, hingga laju inflasi.
"Inovasi ini membantu masyarakat mengambil keputusan ekonomi secara cepat. Contohnya ketika harga cabai meningkat, warga dapat memanfaatkan momentum dengan menanam cabai sehingga mampu meningkatkan pendapatan," jelasnya.
Menghadapi penilaian tingkat nasional, Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan bersama Pemerintah Provinsi Lampung akan terus melakukan pembinaan dan penyempurnaan terhadap berbagai inovasi yang dimiliki Desa Karangpucung.
"Kami akan terus memaksimalkan seluruh potensi yang ada agar sesuai dengan tema lomba, yaitu Transformasi Desa sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045. Kami optimistis Desa Karangpucung mampu memberikan hasil terbaik dan membawa nama harum Provinsi Lampung di tingkat nasional," tegas Erdiyansyah.
Ia berharap keberhasilan Desa Karangpucung menjadi wakil Provinsi Lampung dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Lampung Selatan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta memanfaatkan teknologi demi mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
(Red)
