Dugaan Galian C dan Truk Sekam Picu Kerusakan Jalan Desa Bumi Asri, Kualitas Proyek Dipertanyakan

Selasa, 24 Februari 2026

Dugaan Galian C dan Truk Sekam Picu Kerusakan Jalan Desa Bumi Asri, Kualitas Proyek Dipertanyakan

Selasa, 24 Februari 2026,



BONGKARSELATAN.COM, LAMPUNG SELATAN - Dugaan aktivitas galian C dan lalu lalang truk pengangkut sekam padi memicu kerusakan ruas jalan Desa Bumi Asri, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Namun di sisi lain, sebagian warga juga mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek jalan yang baru sekitar satu bulan lalu diresmikan oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Senin (23/2/2026).


Sejumlah titik jalan poros desa tersebut kini mengalami kerusakan berupa aspal terkelupas, bergelombang, hingga ambles, terutama di bagian tikungan. 

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, mengingat usia jalan yang masih tergolong baru.

Selain dugaan dampak kendaraan bertonase berat, warga juga menyoroti kualitas material dan pelaksanaan proyek yang dinilai tidak maksimal.



Salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menilai kondisi jalan yang cepat rusak mengindikasikan adanya dugaan penggunaan material dengan spesifikasi rendah. “Kalau memang kualitasnya bagus, tidak mungkin baru sebulan sudah hancur begini. Ini aspalnya tipis, baru digerus sedikit saja sudah terkelupas,” ujarnya.


Warga lainnya, Sr, menduga proses pemadatan dan ketebalan lapisan aspal tidak sesuai standar teknis.

“Kami lihat waktu pengerjaan seperti terburu-buru. Pemadatan sepertinya kurang maksimal. Sekarang kelihatan hasilnya, di beberapa titik sudah ambles,” ungkapnya.


Pendapat serupa disampaikan Hn, yang menilai kerusakan tidak sepenuhnya bisa disalahkan kepada kendaraan berat.

“Memang ada truk besar lewat, tapi kalau konstruksinya kuat seharusnya tidak separah ini. Jalan kabupaten saja sering dilewati truk besar masih tahan lama. Ini baru diresmikan sudah rusak,” tegasnya.


Aktivitas kendaraan pengangkut material galian C yang diduga milik Kepala Desa Bumi Asri, Marsono, juga menjadi sorotan warga. Mobilitas dump truk bermuatan tanah yang melintas setiap hari disebut-sebut menjadi salah satu penyebab tambahan rusaknya badan jalan.


Salah satu warga Palas lainnya menyebut kerusakan kemungkinan merupakan kombinasi antara kualitas proyek dan beban kendaraan berat.

“Kalau kualitasnya kurang bagus ditambah truk besar lewat setiap hari, ya pasti cepat rusak. Jadi harus dicek dua-duanya, proyeknya dan aktivitas angkutannya,” ujarnya.


Tokoh masyarakat setempat, Rn, menambahkan aktivitas dump truk dari lokasi galian C meningkat dalam beberapa hari terakhir dan bahkan berlangsung hingga malam hari.

“Sekali jalan bisa enam dump truk secara beriringan. Akibatnya jalan jadi rusak karena tidak kuat menahan beban kendaraan berat,” ungkapnya.


Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan cukup signifikan terlihat di beberapa titik ruas jalan, terutama di bagian tikungan yang mengalami retak memanjang dan ambles di sisi bahu jalan. Warga khawatir kondisi akan semakin parah apabila mobilitas kendaraan berat terus berlangsung tanpa pengawasan serta tanpa evaluasi teknis terhadap mutu pembangunan jalan tersebut.


Diketahui, pekerjaan ruas jalan Desa Bumi Asri berada di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan.


Karena itu, masyarakat mendesak agar instansi tersebut melakukan audit teknis menyeluruh terhadap proyek pembangunan jalan, termasuk memeriksa ketebalan aspal, kualitas material, serta kesesuaian dengan spesifikasi dalam kontrak pekerjaan.


“Kami hanya ingin jalan yang dibangun dengan uang negara benar-benar berkualitas dan tahan lama. Jangan sampai anggaran besar tapi hasilnya tidak maksimal,” pungkas seorang warga.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi dinas terkait dan instansi berwenang mengenai legalitas aktivitas galian C, pengawasan kendaraan bermuatan berat, serta spesifikasi teknis pembangunan ruas jalan Desa Bumi Asri tersebut.



(Red

TerPopuler