Penengahan, Bongkarselatan.com - Toto selaku Kepala Desa Klaten Kecamatan Penengahan kabupaten Lampung Selatan angkat bicara terkait adanya sumur bor Siluman yang ada di wilayahnya.
Sebagai pemimpin desa Klaten Kecamatan Penengahan semestinya ada pembangunan yang ada di wilayahnya wajib mengetahui sumbernya dari mana apakah APBD, APBN hingga ke tingkat DD. Tapi sangat disayangkan adanya pembangunan Sumur bor, ntah anggaran dari mana yang berdiri disalah satu pemilik lahan sawah di wilayahnya, sampai saat ini tidak ada yang kordinasi seperti halnya bisa dibilang sumur bor Siluman.
Kepala desa Klaten, Toto mengungkapkan bahwa dirinya benar - benar tidak mengetahui tentang adanya pembangunan sumur bor yang berlokasi didusun 02 Sidorejo.
"Saya benar - benar tidak mengetahui adanya pembangunan tersebut bahkan sampai saat ini belum pernah ada yang datang untuk konfirmasi baik itu dari dinas PU maupun pemborong atau rekanan untuk meminta izin terkait akan diadakannya pembangunan sumur bor yang ada," ungkapnya
"Seharusnya apa bila ada bantuan seperti pembangunan dari pemerintah pusat atau pun kabupaten yang akan diberikan untuk desa, itu biasanya diketahui oleh pihak pemerintah desa (pemdes) terlebih dahulu, sebelum melaksanakan pembangunan, tapi kenapa ini tidak ada pemberitahuan atau minta ijin kepada kepala desa terlebih dahulu," ucapnya pada media ini
"Harapan saya disaat ada pembangunan baik dari pengajuan kelompok atau langsung dari Pemerintah Daerah yang ditujukan untuk membantu masyarakat khususnya di Desa Klaten Kecamatan Penengahan harusnya ada konfirmasi dengan Pemerintahan Desa dulu, kalo bahasa jawanya kulonuwun," pungkasnya
Mulyono selaku pemilik lahan persawahan di dusun 02 siderejo desa Klaten mengatakan, "Pak Saniman, pak Wagirin dan teman temannya datang kerumah, mereka berbincang atau membicarakan kalau mau ada pembangunan sumur bor di sawah, tak lama kemudian terus mereka meminta untuk menghibahkan tanah seluas 10m x 10m, "ya saya bolehkan saja, wong tanahnya gak di bawa kok. Terus anak saya dan saudara Wagirin yang ngurus surat hibahnya kekantor desa tuturnya kepada awak media pada hari, Selasa (22/02/2022)
"Wong Yang kerja juga orang Karang anyar Bandar Lampung, gak ada orang sini yang kerja, saya juga gak minta, mereka juga gak menawarkan pekerjaan, sampai sekarang juga tidak ada laporan udah selesai apa belum.
Bahkan perlu diketahui "Sampai saat ini belum ada yang ngontrol padahal itu bak nya bocor, listriknya juga gak kuat, pokoknya saya sangat kecewa karena sumur bor itu tidak bisa terpakai, " pungkasnya.
Syarifuddin.SE selaku KUPT Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Penengahan saat di konfirmasi oleh Media Bongkarselatan di Kantornya, terkait masalah pembangunan sumur bor yang berada di desa Klaten yang tidak diketahui oleh Kepala Desa Klaten mengatakan, "Seharusnya Setiap ada pekerjaan dari pihak ke tiga( 3 ) atau Rekanan mereka harus lapor dan konfirmasi dulu Kepada kepala Desa," jelasnya
"Sah sah saja teman teman meminta keterangan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Lampung Selatan, karena ada temuan di lapangan Dan Sangat saya sayangkan sampai pihak rekanan tidak konfirmasi kepada Kepala Desa terdahalu," tutupnya
Dari pantauan media bongkarselatan.com, sampai saat ini belum bisa terkonfimasi dengan rekanan yang dianggap Sumur bor Siluman tersebut.
(Bustami / Ishar)