Ketua MPKT Lamsel Apresiasi Peran Perempuan, Sariyanti Jadi Inspirasi Kemandirian dan Kepedulian Sosial

Minggu, 03 Mei 2026

Ketua MPKT Lamsel Apresiasi Peran Perempuan, Sariyanti Jadi Inspirasi Kemandirian dan Kepedulian Sosial

Minggu, 03 Mei 2026,


BONGKARSELATAN.COM, LAMPUNG SELATAN - Peran perempuan dalam pembangunan sosial kembali mendapat perhatian. Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Lampung Selatan, Ahmad Syafaruddin, mengapresiasi figur inspiratif seperti Sariyanti, yang dinilai mampu menjadi teladan dalam kemandirian usaha dan kepedulian sosial.


Apresiasi tersebut juga terkait keberhasilan Sariyanti, warga Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, yang dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh mantan warga binaan terbaik dan berdedikasi tinggi se-Indonesia dalam peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 tahun 2026.


Sariyanti, yang dikenal sebagai novelis sekaligus pegiat sosial, dinilai konsisten aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, organisasi profesi, hingga kepemudaan di Lampung Selatan. Kiprahnya tersebut dianggap memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.


“Saya turut bangga sebagai Ketua MPKT Lampung Selatan, sekaligus dalam peran saya sebagai pendamping sosial yang melakukan advokasi, koordinasi, dan sosialisasi terhadap 26 kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk mantan warga binaan,” ujar Ahmad, Minggu (3/5/2026).


Menurut Ahmad, Sariyanti merupakan sosok perempuan yang mandiri dan berani mengambil langkah dalam membangun usaha. Ia menilai, keberanian untuk mencoba dan belajar dari kegagalan menjadi kunci keberhasilan.


“Dia tidak takut mencoba usaha produktif. Walaupun pernah mengalami kesalahan, justru dari situlah proses menuju keberhasilan yang sesungguhnya terbentuk,” jelasnya.


Ahmad juga mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengenal kepribadian dan potensi Sariyanti sejak awal meniti karier di dunia usaha, organisasi, hingga aktivitas sosial dan politik. Kedekatan tersebut terjalin karena berada dalam satu wadah organisasi kepemudaan yang sama.


Ia pun menyebut Sariyanti sebagai perempuan progresif yang mampu bangkit dari titik terbawah dalam hidupnya.


“Sariyanti Novelis adalah perempuan progresif Lampung Selatan yang mandiri dan tangguh menapaki jejak hidupnya dari posisi terbawah,” tegasnya.


Selain itu, Ahmad yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Simphony Bangsa, Pendamping Sosial Kementerian Sosial RI, serta Ketua Dewan Penasehat LSM Geram Banten, turut menekankan pentingnya perhatian terhadap kelompok rentan di masyarakat.


Kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) meliputi penyandang disabilitas, lansia terlantar, tuna susila, gelandangan, pengemis, pemulung, kelompok minoritas, bekas warga binaan lembaga pemasyarakatan (BWBLP), orang dengan HIV/AIDS (ODHA), korban penyalahgunaan NAPZA, korban perdagangan orang, korban tindak kekerasan, pekerja migran terlantar, hingga korban bencana sosial.


“Kelompok ini membutuhkan perhatian, perlindungan, serta pendampingan berkelanjutan. Sosok seperti Sariyanti menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki peluang untuk bangkit dan meraih kesuksesan,” pungkasnya.



(Red)

TerPopuler