BONGKARSELATAN.COM, LAMPUNG SELATAN - Kondisi jalan provinsi di wilayah Cimuli, Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, tepatnya di depan pelabuhan tongkang Pantai Wartawan, menuai sorotan tajam. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dinilai mencerminkan lemahnya perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi, Jumat (1/5/2026), menunjukkan sejumlah lubang besar menganga di badan jalan. Ironisnya, jalur tersebut merupakan akses vital dan satu-satunya yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas setiap hari.
Saat hujan turun, kondisi kian membahayakan. Lubang-lubang tertutup genangan air, membuat pengendara kesulitan mengantisipasi dan berisiko tinggi mengalami kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.
“Ini jalan provinsi, tapi kondisinya seperti tidak terurus. Setiap hari kami was-was kalau melintas,” ujar Andi (34), pengguna jalan.
Keluhan serupa disampaikan Rina (28), yang menilai pemerintah terkesan lamban dalam merespons kondisi yang sudah lama dikeluhkan warga.
“Sudah lama rusak, tapi belum ada perbaikan. Apa harus tunggu ada korban dulu baru ditindak?” ungkapnya.
Tak hanya mengancam keselamatan, kerusakan jalan juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Jalur tersebut menjadi akses utama mobilitas warga.
Warga pun mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menangani infrastruktur dasar di daerah. Mereka menilai, lambannya penanganan menunjukkan kurangnya prioritas terhadap keselamatan publik.
“Ini bukan sekadar jalan rusak, ini soal keselamatan. Jangan sampai pemerintah terkesan abai,” tegas salah satu warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya langkah konkret maupun penanganan darurat dari pihak terkait di lokasi tersebut.
(Red)
