Proyek Tambal Sulam Jalan Rajabasa Diduga Asal Jadi Tanpa Standar Keselamatan, Warga Desak Pekerjaan Segera Dituntaskan

Sabtu, 04 April 2026

Proyek Tambal Sulam Jalan Rajabasa Diduga Asal Jadi Tanpa Standar Keselamatan, Warga Desak Pekerjaan Segera Dituntaskan

Sabtu, 04 April 2026,


BONGKARSELATAN.COM, LAMPUNG SELATAN - Pekerjaan tambal sulam pada ruas jalan lingkar pesisir Kecamatan Rajabasa, milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung, menuai sorotan masyarakat. Proyek tersebut dinilai dikerjakan tanpa memperhatikan aspek keselamatan.


Sejumlah titik pekerjaan dari Desa Sukaraja hingga Desa Kerinjing dilaporkan belum rampung. Di beberapa lokasi, jalan hanya dipadatkan tanpa dilanjutkan pengaspalan, sebagaimana terpantau pada Sabtu (4/4/2026).


Kondisi serupa terlihat di Desa Kunjir dan Way Muli. Selain belum diaspal, kerikil hasil pemadatan tampak berserakan di badan jalan tanpa dilengkapi rambu peringatan atau pengamanan proyek.


Kerikil yang berceceran dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Selain membuat permukaan jalan licin, material tersebut juga berisiko terpental dan mengenai pengendara maupun rumah warga di sekitar lokasi.


Risiko kecelakaan meningkat terutama bagi pengendara roda dua, terlebih saat malam hari atau ketika hujan.


Salah satu pengguna jalan, Andre, mengaku khawatir saat melintasi jalur tersebut. Ia menilai pekerjaan dilakukan tanpa standar keselamatan yang memadai.

“Tidak ada rambu-rambu sama sekali, padahal ini jalan ramai. Kerikil juga berserakan, sangat berbahaya, apalagi kalau malam hari,” ujarnya.


Keluhan serupa disampaikan warga Desa Kunjir. Ia menyebut pekerjaan telah dimulai sejak pertengahan bulan puasa, namun hingga awal April belum menunjukkan progres signifikan, khususnya pada titik kerusakan berat yang belum diaspal.

“Sudah dikerjakan sejak pertengahan puasa, tapi sampai sekarang belum ada lanjutan. Kerikil masih banyak di jalan, ini jelas membahayakan,” ungkapnya.


Warga berharap Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas PU segera menyelesaikan pekerjaan tersebut, mengingat ruas jalan itu merupakan akses utama masyarakat di Kecamatan Rajabasa.

“Harapan kami segera diaspal, jangan sampai menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai progres pekerjaan maupun standar pengamanan di lokasi proyek.



 (Red)

TerPopuler