BONGKARSELATAN.COM, LAMPUNG SELATAN – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan, dikeluhkan oleh sejumlah penerima manfaat. Menu makanan yang dibagikan diduga tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi, Jumat (10/4/2026).
Keluhan tersebut terkait menu ayam sayur yang didistribusikan oleh SPPG Desa Kertosari. Warga menemukan kondisi daging ayam yang masih terdapat sisa darah, sehingga dinilai tidak higienis dan terkesan kurang layak untuk dikonsumsi, terutama bagi anak-anak.
Keluhan ini muncul di beberapa titik penyaluran MBG, di antaranya TK, SD Negeri, hingga Posyandu di wilayah Desa Kertosari.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya meminta adanya perhatian serius dari pihak penyelenggara.
“Kami berharap Kepala SPPG Desa Kertosari dapat segera melakukan evaluasi dan memperbaiki kualitas makanan, khususnya dari sisi kebersihan dan kelayakan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar pengawasan dari pihak terkait lebih ditingkatkan, mulai dari Satgas MBG, TNI/Polri, Puskesmas, hingga tim ahli dari Badan Gizi Nasional (BGN), guna memastikan makanan yang didistribusikan benar-benar aman dan memenuhi standar gizi.
“Pengawasan harus lebih intens agar kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga, serta memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang sehat dan layak konsumsi,” tambahnya.
Selain itu, warga juga meminta anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan untuk turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) atas dugaan tersebut.
Sebagai informasi, program MBG merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 serta petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN), yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Desa Kertosari maupun instansi terkait belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.
(Johan/Red)
