Dua Mahasiswi Unila Hanyut di Way Betung Ditemukan Meninggal, Pencarian Resmi Ditutup

Kamis, 02 April 2026

Dua Mahasiswi Unila Hanyut di Way Betung Ditemukan Meninggal, Pencarian Resmi Ditutup

Kamis, 02 April 2026,


BONGKARSELATAN.COM, BANDAR LAMPUNG - Pencarian dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang hanyut akibat banjir bandang di Sungai Terusan Way Betung, Taman Wisata Wiragarden, Kecamatan Teluk Betung Barat, berakhir duka. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Kamis (2/4/2026).


Sejak pukul 08.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Bandar Lampung, TNI, Polri, aparat kecamatan dan kelurahan, serta relawan, melanjutkan operasi pencarian dengan fokus penyisiran aliran sungai hingga muara.


Babinsa Kelurahan Batu Putuk, Sertu Agus Nuri, turut memantau dan mengoordinasikan langsung jalannya pencarian di lapangan. Ia memastikan seluruh titik rawan diperiksa secara menyeluruh.

“Kami terus memperkuat koordinasi dan menyisir seluruh area. Semangat keluarga korban menjadi dorongan bagi kami untuk terus melakukan pencarian,” ujarnya.


Kedua korban diketahui bernama Fatmawati (22), warga Tulang Bawang Barat, dan Bunga Rosana (22), warga Kota Metro. Keduanya merupakan mahasiswi FMIPA Universitas Lampung.


Sekitar pukul 11.00 WIB, tim menerima informasi dari nelayan terkait penemuan dua jasad mengambang di perairan sekitar Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur. Tim SAR gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.


Proses evakuasi melibatkan personel TNI, termasuk Babinsa setempat dan Sertu Agus Nuri yang langsung bergeser ke lokasi penemuan. Kedua korban berhasil dievakuasi ke daratan dalam kondisi meninggal dunia.


Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Lampung untuk dilakukan visum et repertum.


Pihak berwenang menyatakan situasi di lokasi kejadian aman dan terkendali. Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Keluarga korban telah menerima penjelasan dari tim gabungan.


Peristiwa ini menambah catatan duka akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bandar Lampung dalam beberapa hari terakhir.


(Red)

TerPopuler