BONGKARSELATAN.COM, LAMPUNG SELATAN - Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Anton Carmana, menegaskan pentingnya bimbingan manasik haji sebagai bekal utama bagi calon jemaah haji dalam menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat Islam.
Hal tersebut disampaikan Anton Carmana saat membuka secara resmi Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kabupaten Lampung Selatan Tahun 1447 Hijriah/2026 M, yang digelar di Aula PKK Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut dibuka Anton mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.
Menurut Anton, manasik haji bukan sekadar pembekalan teknis ibadah, melainkan bagian penting dalam membangun kesiapan fisik, mental, dan spiritual jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Manasik haji merupakan peta jalan agar bapak dan ibu tidak keliru dalam menjalankan rangkaian ibadah. Dengan pemahaman yang baik, jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan,” ujar Anton.
Ia menambahkan, persiapan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan kesiapan materi, tetapi juga membutuhkan bekal ilmu agama serta ketakwaan yang kuat agar setiap tahapan ibadah dapat dijalankan dengan benar dan bermakna.
Pada kesempatan tersebut, Anton Carmana juga mengingatkan para calon jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan, mengingat ibadah haji membutuhkan stamina yang prima serta kesabaran yang tinggi.
“Hindari kata-kata kotor dan perbuatan maksiat. Sabar adalah kunci utama dalam berhaji. Berangkatlah dengan niat yang baik agar pulang membawa iman dan memperoleh predikat haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Selatan, Marwiyah Amin, menjelaskan bahwa jumlah calon jemaah haji Lampung Selatan tahun 2026 sebanyak 414 orang, terdiri dari 412 jemaah haji reguler dan dua Petugas Haji Daerah (PHD) yang bertugas di bidang pelayanan umum dan kesehatan.
Marwiyah menambahkan, pelaksanaan manasik haji tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama, kini bimbingan manasik haji dilaksanakan secara mandiri oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah.
“Insyaallah kami akan melangkah maju bersama jemaah untuk menyelenggarakan ibadah haji dengan lebih baik. Mudah-mudahan pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar dan lebih sukses,” ujarnya.
Manasik haji dijadwalkan berlangsung satu hari di tingkat kabupaten dan empat hari di tingkat kecamatan, yakni di Kalianda, Sidomulyo, dan Natar. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah haji jemaah Lampung Selatan sehingga seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
(Red)
